lon

KI SAUR : Tertib Damai Salam dan Bahagia

Dengan mengusung tema Tertib damai salam dan bahagia Tamansiswa siap melaksanakan Kongres XXII tepatnya tanggal 25-28 Oktober tahun 2022. persiapan sudah matang tinggal pelaksaannya saja. Ki Dr. Saur Panjaitan XII, M.M. Sebagai ketua Panitia didampingi Ki Harianto, S.Tp.,M.Si. Dan Nyi Hermin Tri Prasetyowati, S.Pd.,M.Pd mengatakan“ Insya Allah kita siap “. Ucap beliau kepada warta kongres.

Digedung Data lingkungan pendopo Tamansiswa warta Kongres di terima dengan luar biasa, dengan ramah penuh hormat, Warta kongres tidak menduga mendapat sambutan yang seperti itu. Seperti biasa Ki Saur Panjaitan dengan keramahannya memulai kalimat dengan pantun. “Anak Ayam turun sejuta mati semua karena corona. Saya senang Gerry bertanya diskusi ini jadi bermakna” ucapnya disertai tawa ramahnya.
Lebih lanjut Ki Saur Panjaitan mengatakan “ Tamansiswa memasuki abad kedua kita mulai dengan tertib damai salam dan bahagia, di abad ke 1 kemaren kita peringati perayaan satu Abad Tamansiswa dengan menggelorakan kebersamaan nasional dan keteladanan Ki Hadjar Dewantara. Kebersamaan harus ada keteladanan”.

Perihal calon ketua Tamansiswa yang akan datang Ki Saur Panjaitan mengatakan “ Untuk calon Ketua sudah ada 130 orang calon, jauh-jauh hari kita sudah mengirimkan nama-nama calon ke seluruh cabang Tamansiswa,kemudian peserta kongres akan menformatkan menjadi formatur, biasanya formatur ini jumlahnya ganjil , bisa 5 bisa juga 7 orang, dengan cara Tamansiswa seperti halnya ketika Ki Hadjar dewantara ditanya siapa Anda ? maka disini prisipnya adalah menurunkan kalimat Ki Hadjar Dewantara tersebut menjadi : Saya orang Taman siswa yang bekerja untuk Tamansiswa dengan cara Tamansiswa. Seperti yang tercantum dalam Peraturan Bersar Tamansiswa”.
Harapan Ki Saur Panjaitan dalam pelaksanaan Kongres XXII Tamansiswa ini , karena ini adalah ajang silaturahmi untuk Tamansiswa seluruh Indonesia harapannya sesuai dengan tema yaitu tertib damai salam dan bahagia. Tidak ada kertertiban tanpa kedamaian tidak kedamaian tanpa ketertiban. Dan ketertiban ini berlaku untuk semuanya. Demokrasi itu wajib tapi ketertiban dan kedamaian itu nomor satu. Supaya nanti para peserta pulang ke cabang masing-masing dengan sorak-sorak bergembira. (Nunung W)